Daftar Blog Saya

Minggu, 02 Agustus 2015


Sunrise di Bukit Tranggulasi
 
Memburu Sunrise Di Bukit Tranggulasi

Gaung keindahan pemandangan di bukit Tranggulasi sebenarnya udah sering didengar, tapi baru kesampaian kesana kemarin tanggal 4 juni 2015. Lokasi yang cukup dekat dari rumah karena cukup 30 menit perjalanan kelokasi membuat rasa penasaran yang kian menggebu. Apalagi sudah lama tak menikmati sunrise digunung atau bukit.
Tepat sore itu jam 16.00 waktu Indonesia Purwokerto kita meluncur kelokasi. Perjalanan dari Purwokerto ke lokasi parkiran Tranggulasi didominasi dengan jalan menanjak,bahkan 500 meter sebelum lokasi tanjakannya cukup tinggi dan bukan jalan aspal, melainkan jalan yang baru dicor dengan semen. Kita sampai dilokasi parkiran yang sekarang di dinding tebingnya diukir dengan kata-kata "B. Tranggulasi" sekitar jam 16.30, tarif parkir dilokasi cukup Rp. 3.000,- tanpa tiket masuk kelokasi. Jalan dari parkiran ke lokasi kemping cukup dekat karena cukup jalan kaki dengan tracking jalan tanah berdebu sekitar 5 menit saja.
Jarum jam menunjukan pukul 17.00 dan matahari mulai terbenam dibalik bukit, tenda kami pun selesai didirikan. Kopi sore kami nikmati sambil memandang sejauh mata memandang view yang indah mulai dari Baturaden, seluruh kota Purwokerto sampai PLTU Cilacap juga kelihatan.
Suasana malam dengan pemandangan lampu kota


Menjelang petang para pendaki yang lain mulai saling berdatangan malam itu. Suasana yang tadinya sepi hanya suara serangga dan hembusan angin  kini ditambah suara pendaki yang membawa gitar sampai mp3 player. Suara yang sedikit mengganggu buat kami yang membutuhkan ketenangan tapi tak begitu kami hiraukan karena begitu menikmati lampu malam dari Baturaden sampai Purwokerto ditambah cerahnya langit dengan gemerlap bintang bersinar.
Udara malam di bukit Tranggulasi cukup dingin karena angin gunung mulai turun. Angin yang bikin tenda kita goyang goyang dan bisa matahin frame tenda. Tapi untungnya angin yang besar tak berlangsung lama karena menjelang tengah malam jadi lebih tenang, tapi rasa dingin malah tambah mejadi seirama sinar rembulan menyinari malam kita.
Menjelang malam ternyata ketambahan tamu lagi. Iya, Aji Balenk, Aan, Eacha dan Istri, mba Ida nusul keatas. Namun Escha dan Istri sama mba Ida terus turun lagi karena mereka tidak bawa perlengkapan untuk bermalam. Jadi malam itu saya, Aji, mba Olipe dan Aan yang bermalam di bukit Tranggulasi.
Jam 01.30 kita memutuskan untuk tidur karena takut paginya kesiangan. Pagi sebelum alarm jam berbunyi saya sudah bangun duluan, bukan karena  terlalu bersemangat sampai gak bisa tidur tp karena bisingnya diluar tenda. Iya, ternyata diluar tenda sudah banyak banget pendaki yang berburu sunrise juga.
Langit diujung timur sudah berwarna merah dengan siluet megahnya Gunung Sindoro dan Sumbing. Sungguh indah hingga kami langsung bergegas keluar tenda.

Gunung Sindoro Sumbing






Perjalanan turun
Kopi pagi dan hangatnya mentari serta cahaya kuning yang membuat siluet Sindoro Sumbing benar-benar menghipnots kita akan kesibukan dan rutinitas kita sehari-hari. Tepat pukul 06:06 matahari mulai muncul dari ufuk timur menyinari bumi Purwokerto dan sekitarnya. Semua mata dari kami pencari sunrise tak henti-hentinya menatap ketimur dan tidak lupa berfoto ria.
Tenda kami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar