![]() |
| Kalipagu dipagi hari |
Setelah
cukup lama tak mengajak bermain tas carrier dan perlengkapan naik gunung,
akhirnya pemanasan yang dekat dulu di Pekajen Kalipagu Baturaden. Lokasinya
tepat dibawah Gunung Slamet, dan dekat dengan jalur pendakian gunung Slamet
lewat jalur Baturaden.
Kemping kali ini bareng Aji Balenk dan sepupunya Gopang yang lagi liburan sekolah. Setelah menunggu cukup lama akhirnya kita berangkat dari rumah sekitar jam 4 sore dan sesampai dirumah Mamake jam 16.30. Rumah Mamake merupakan basecamp para pecinta alam untuk daerah Baturaden dan tempat kami menitipkan sepeda motor.
Dari rumah Mamake kita jalan kaki ke Pekajen sekitar 30 menit dengan tracking menanjak sedikit melewati jalan petani dan pencari rumput. Dalam perjalanan kita sambil mencari kayu bakar untuk persiapan buat api unggun dimalam hari, karena dipastikan suhu dimalam hari cukup dingin.
Kemping kali ini bareng Aji Balenk dan sepupunya Gopang yang lagi liburan sekolah. Setelah menunggu cukup lama akhirnya kita berangkat dari rumah sekitar jam 4 sore dan sesampai dirumah Mamake jam 16.30. Rumah Mamake merupakan basecamp para pecinta alam untuk daerah Baturaden dan tempat kami menitipkan sepeda motor.
Dari rumah Mamake kita jalan kaki ke Pekajen sekitar 30 menit dengan tracking menanjak sedikit melewati jalan petani dan pencari rumput. Dalam perjalanan kita sambil mencari kayu bakar untuk persiapan buat api unggun dimalam hari, karena dipastikan suhu dimalam hari cukup dingin.
![]() |
| Sungai kecil yang selalu mengalir sepanjang tahun. |
![]() |
| Gopang |
Sesampai
dilokasi yang sudah ditentukan kita langsung mendirikan tenda. Ternyata ada
sedikit kendala karena frame tenda banyak yang pecah setelah sering dipinjam
teman-teman. Frame yang pecah cukup diikat menggunakan tali untuk sementara
karena hari sudah mulai gelap, dan yang penting bisa dipake dulu untuk semalam
ini.
Jam menunjukan pukul 7 malam, dan suara suara malam dihutan pun mulai bersautan. Guna memecah kesunyian kita membuat api dari kayu yang tadi didapat dalam perjalanan. Tak lupa siaran radio RRI dari radio jadul Sonator A1 dan hangatnya kopi serta ubi gembili bakar menemani obrolan kita malam itu. Untung saja malam itu cuaca cukup cerah dengan ditemani sinar rembulan jadi cukup gak sia-sia malam itu menikmati malam dihutan.
Ternyata semakin malam dan perut minta diisi makanan lagi hehehe. Biar mie intannya buat makan malam ada cita rasa lainnya, kita tambahin udang yang didapat dari sungai kecil disebelah tempat kita kemping. Cukup lumayan menambah rasa amis ikan di mie hehehehe.
Jam menunjukan pukul 7 malam, dan suara suara malam dihutan pun mulai bersautan. Guna memecah kesunyian kita membuat api dari kayu yang tadi didapat dalam perjalanan. Tak lupa siaran radio RRI dari radio jadul Sonator A1 dan hangatnya kopi serta ubi gembili bakar menemani obrolan kita malam itu. Untung saja malam itu cuaca cukup cerah dengan ditemani sinar rembulan jadi cukup gak sia-sia malam itu menikmati malam dihutan.
Ternyata semakin malam dan perut minta diisi makanan lagi hehehe. Biar mie intannya buat makan malam ada cita rasa lainnya, kita tambahin udang yang didapat dari sungai kecil disebelah tempat kita kemping. Cukup lumayan menambah rasa amis ikan di mie hehehehe.
Tepat pukul 23.30 wib alias waktu indonesia Baturaden hehehe udara sudah
tambah dingin aja dan ternyata aji dan gopang sudah mulai ngantuk juga, jadi
kita putuskan tidur setelah mematikan api.
Esok paginya alarm udah teriak-teriak jam4 pagi bangunin Aji dan Gopang buat saur, dan ternyata mereka tetap merem..hahaha jadinya hari itu mereka gagal puasa. Tepat pukul 05.30 pagi kita keluar tenda, rupanya diluar tenda sudah cukup cerah karena sudah hampir sunrise. Gunung Sindoro dan Sumbing yang diselimuti awan dan langit yang berwarna merah cukup menarik. Suasana damai dan tenang sunrise ditambah suara burung dan kera yang saling bersautan menikmati pagi membuat lupa rasa dingin dipagi itu yang mencapai 23ᴼ C.
Esok paginya alarm udah teriak-teriak jam4 pagi bangunin Aji dan Gopang buat saur, dan ternyata mereka tetap merem..hahaha jadinya hari itu mereka gagal puasa. Tepat pukul 05.30 pagi kita keluar tenda, rupanya diluar tenda sudah cukup cerah karena sudah hampir sunrise. Gunung Sindoro dan Sumbing yang diselimuti awan dan langit yang berwarna merah cukup menarik. Suasana damai dan tenang sunrise ditambah suara burung dan kera yang saling bersautan menikmati pagi membuat lupa rasa dingin dipagi itu yang mencapai 23ᴼ C.
Setelah puas menikmati sunrise saya langsung membuat api dan berhubung Gopang dan Aji gak jadi puasa akhirnya bikin kopi untuk mengusir rasa dingin dan kantuk. Seperti biasa setelah ngopi Aji masuk tenda dan tidur lagi hahahha.
Sepanjang pagi sampai siang acaranya hanya kita isi dengan ngobrol ngalor-ngidol sembari dengerin siaran dan kirim-kirim salam ke radio RRI Purwokerto sampai menunjukan pukul 12.30 kita turun dan pulang.





